ALAMAT
  • Jl. SMA Negeri 63 No. 53 RT. 06 RW. 01 Petukangan Utara, Jakarta Selatan - 12260
NOMOR TELPON TOKO
  • 081218476865
  • 081281420219
JAM KERJA
  • Customer Service:
    Senin - Minggu : 09.30 - 21.30 WIB
    (Libur Besar / Nasional) : Tutup
  • Jam Kerja Transaksi:
    Senin - Minggu : 09.30 - 21.30 WIB
    (Libur Besar / Nasional) : Tutup
  • * Tidak melayani Call/SMS di luar jam tersebut. SMS yang masuk akan dibalas hari kerja berikutnya.
    Beberapa kurir tidak beroperasional pada hari Sabtu dan Minggu, jika ada pesanan pada hari itu, barang dikirim pada hari Senin.

Sejarah Marawis


Marawis adalah salah satu jenis "band tepuk" dengan perkusi sebagai alat musik utamanya. Musik ini merupakan kolaborasi antara kesenian Timur Tengah dan Betawi, dan memiliki unsur keagamaan yang kental. Itu tercermin dari berbagai lirik lagu yang dibawakan yang merupakan pujian dan kecintaan kepada Sang Pencipta.
Kesenian marawis ini telah berusia kurang lebih 400 tahun yang semula berasal dari kawasan Kuwait, mula2 alat ini hanya terdiri dari 2 jenis alat permainan saja yaitu hajer dan marawis dengan ukuran yang tidak seperti saat ini kita lihat, melainkan semacam sebuah rebana dengan berukuran cukup besar yang kedua sisinya dilapisi oleh kulit binatang.

Namun kesenian ini tidak populer di negara kuwait sehingga sedikit sekali orang yang memahami bahwa kesenian ini bermula/berasal dari negara kuwait. Ketika kesenian ini mulai dikenal di negara yaman maka kesenian ini pun diadopsi oleh negara Yaman, sehingga kesenian ini menjadi populer, hal ini disebabkan alat musik yang ada di modifikasi sedemikian rupa agar menjadi lebih menarik. maka diubahlah sedikit demi sedikit alat musik yang bermula berukuran besar menjadi ukuran yang sedang yang seperti saai ini kita lihat yaitu ukuran yang cukup besar (seperti gendang) dan marawis yang ukurannya lebih kecil dari hajIr.
Marawis di Indonesia

Mengenai Sejarah masuknya kesenian Marawis ke Indonesia, pertama kali kesenian ini dibawa oleh para Ulama Hadramout (yaman) yang berdakwah ke Indonesia dan dipentaskan pertama kali di Kota Madura, hal ini terjadi akhir abad ke 19 M. selain di Kota madura kesenian ini juga dibawa ke daerah Bondowoso (kawasan kecil yang terletak di ujung timur Propinsi Jawa Timur) dan kesenian ini menjadi popluer di kota Bondowoso karena antusias masyarakat di Bondowoso yang ingin mempelajari dan menekuni kesenian ini. sehingga sampai saat ini Diakui oleh seluruh pemerhati kebudayaan Hajaer marawis bahwa Kesenian Marawis Pupoler pertama kali di Bondowoso.
Artikel Lainnya :
Sabtu, 03 November 2018 - 04:26:01 WIB | dibaca 271 x
Latihan panjang yang hampir menyita waktu liburan di akhir pekan akhirnya berakhir indah bagi anak-anak grup marawis RPTRA Rawa Buaya.Pasalnya setelah enam bulan latihan berturut-turut satu minggu .....